
JAJARAN Kepolisian RI (Polri) berkomitmen terus menjalankan reformasi birokrasi. Pada HUT Ke-63 Bhayangkara pada 1 Juli 2009, Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri menegaskan bahwa reformasi birokrasi itu diperlukan untuk memperkokoh citra Polri yang tegas dan humanis sebagai dasar untuk membangun kemitraan baik dalam tatanan lokal, nasional, regional, dan global.
Semua itu perlu dilakukan karena Polri menyadari tantangan ke depan semakin berat. Tantangan itulah yang harus dijawab Polri sejak resmi memisahkan diri dari TNI sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1999 dan TAP MPR Nomor 6 Tahun 2000 tentang pemisahan Polri dari TNI, yang diperkuat juga oleh TAP MPR Nomor 7 Tahun 2000 mengenai Peran TNI dan Polri.
Untuk menjalankan reformasi itu, Polri menempuh langkah-langkah yang bersifat strategis dengan sasaran pembenahan pada aspek instrumental, struktural, dan kultural.
Dari aspek instrumental dan struktural, Polri sudah melakukan pembenahan yang cukup berarti dalam pengembangan Polri sebagaimana yang telah dicapai selama ini. Sedangkan dari aspek kultural di tubuh Polri, Kapolri mengakui masih perlu pembenahan karena belum berjalan sesuai keinginan dan harapan masyarakat pada umumnya.
Oleh karena, Polri menetapkan grand strategy Tahap I dengan membangun kepercayaan publik (trust building) yang merupakan bagian dari potret besar reformasi birokrasi yang telah dicanangkan Pemerintah pada 30 Januari 2009 serta seperti diamanatkan Undang-undang No 17 Tahun 2007.

Dari program reformasi birokrasi Polri yang telah diresmikan Presiden RI, meliputi bidang Budaya dan Manajemen Perubahan, Organisasi dan Tata Laksana, Quick Wins, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Renumerasi, serta Evaluasi Kinerja dan Profil Polri 2005.
Program Quick Wins untuk masyarakat merupakan rangkaian dari reformasi birokrasi Polri yang bertujuan memberikan layanan bagi masyarakat dengan mencakup empat program unggulan. Di antaranya quick response alias respon cepat terhadap laporan dan pelayanan masyarakat, tranparansi pelayanan SIM, STNK dan BPKB, penyidikan tindak pidana, serta transparansi pengelolaan rekrutmen anggota Polri.
Sedangkan akselerasi reformasi Polri semakin dituntut akibat tuntutan perubahan dan besarnya tantangan tugas yang dihadapi. Dengan demikian, perlu percepatan dalam pembenahan Polri yang mencakup tiga program, yakni keberlanjutan program (sustainability program), program peningkatan kualitas kinerja, dan komitmen terhadap organisasi.
Upaya peningkatan kinerja Polri seiring reformasi yang sedang berjalan adalah pembangunan Management Information System (MIS) berupa sistem informasi operasional dan pembinaan, pembangunan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) alias sistem identifikasi sidik jari secara otomatis, serta pembangunan Pusat Informasi Kriminal Nasional (PUSIKNAS) Polri. Seluruhnya bertujuan menunjang pengendalaian kegiatan operasional dan pembinaan, serta layanan Polri kepada masyarakat.
Saat ini Polri berada pada transisi untuk mencapai Tahap II, yakni Partnership Building, yang mana keberhasilan pada tahap ini bakal menunjang sukses Tahap III, yaitu Strive For Excellence berupa pembangunan kemampuan pelayanan publik yang unggul dan dipercaya masyarakat.
Untuk ke depan Polri tidak hanya menitikberatkan pada pencitraan semata, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dalam negeri secara keseluruhan dengan mempertimbangkan tuntutan kebutuhan masyarakat dan tantangan global, termasuk pengamanan wilayah perbatasan serta menegaskan komitmen dan netralitas Polri dalam Pemilu 2009.
Di samping itu, dalam melaksanakan Program Quick Wins, khususnya di bidang transparansi pelayanan, Polri telah meluncurkan Program Integrated System pada Pelayanan Lalu Lintas, yaitu sistem pelayanan administrasi SIM, STNK, dan BPKB, serta kecelakaan lalu lintas secara online dengan pihak perbankan (BRI), Bea Cukai, dan Jasa Raharja.
Kapolri menilai program tersebut akan semakin cepat, murah, mudah, transparan, serta akuntabel. Dengan demikian masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara nyata.
Ronald Siahaan I Jakarta
